21st Sinoversary

Bismillahirahmanirrahim..
Ceritanya H-6 hari U.K.D.I menyempatkan untuk hadir di acara ulang tahun Sinovia. Hmm.. entah tiap menulis 1 kata ini “Sinovia” seperti ada yang bergemuruh di hati ini. Cepat dan terasa hangat 😀

Ini hanya kumpulan beberapa foto dari kamera Sony Alfa.. beberapa saya yang ambil, beberapa juga dari dani..

Oh iya, sebelum mengakhiri blog singkat tapi padat foto ini, cuman mau ngucapin selamat ulang tahun untuk sinovia ku yang ke 21. Bagiku, Sinovia sudah menjadi bagian dari hidupku.. Tanpa Sinovia, apalah seorang maya ini ditengah hutan belantara, dunia kedokteran. 😀

2
di bagian registrasi..

13
bingkai kenangan keluarga kecil sinovia.. benar2 terbingkai semua ^___^

14
bahkan kak wiwi pun menyempatkan hadir ^___^
4
Kak dayat, kak wiwi, kak Ippank ^___^


3
Leila, Dani, Leli

12
jaman “bunga-bunga” 😀

16
pengumuman lomba jurnalistik (salah satu rangkaian kegiatannya)

9
dan Alhamdulillah,saya  juara 1 Lomba foto jurnalistik (LAGI) ;p
semoga foto saya dimuat di sampul belakang majalah sinovia berikutnya..hehe

11
launching kumpulan cerpen dan puisi sinovia “kotak pandora”

8
sekalian launching majalah sinovia yang baru ^___^

10
acara tiup lilin 🙂

15
yang hadir.. *sedikit :p, maklum, keluarga kecil 😀

5
leila dengan kotak pandora

1

67
salah satu isi tulisan kotak pandora 😀

dan salah satu kutipan halaman pembukanya 
***
Ceritanya tentang sebuah mitologi Yunani, ketika Zeus memberikan sebuah kotak kepada Pandora sebagai hadiah perkawinannya, dengan syarat, dia tidak boleh membuka kotak itu.  

Pandora konon diceritakan adalah asal usul wanita pertama di bumi. Zeus menyuruh Hephaestus membuat figur seorang wanita dari tanah liat. Athena, dewi kebijaksanaan yang juga putri Zeus, sangat menyukai karya itu, sehingga ia meniupkan kehidupan kepadanya, dan ia mengajarinya cara menjahit dan menenun pakaian. Kemudian Aphrodite menganugrahi Pandora kecantikan, dan Hermes menganugrahinya pesona dan tipu daya.  

Tapi Zeus menciptakan Pandora sebagai tipuan kepada Prometheus yang sangat mencintai manusia, hingga akhirnya ia menyerahkan Pandora kepada Epimetheus, adik Prometheus, sebagai istri. Walaupun Prometheus telah memperingati adiknya bahwa itu adalah tipu daya Zeus, tapi Epimetheus telah terpikat dengan Pandora dan ia tetap menikahinya. Sebagai hadiah pernikahannya, Zeus memberikan hadiah sebuah kotak kepada Pandora, tapi dengan satu syarat : kotak itu tidak boleh dibuka dalam kondisi apapun. 

Pandora diciptakan sebagai manusia yang mempunyai rasa ingin tahu, dan ia selalu penasaran dengan isi kotak itu, walaupun ia tak pernah punya kesempatan untuk membukanya karena ia tak pernah sendiri. Tapi suatu hari ia tidak tahan lagi, dan ia membantah perintah Zeus dan membuka kotak itu. Maka dari kotak itu keluarlah segala hal yang buruk : penyakit, kemiskinan, kedengkian, kebencian, dendam, keserakahan, umur tua, kematian, kekerasan, kekejaman, dan peperangan, serta berbagai kegelapan yang kini bersemayam di hati manusia. Tapi Pandora segera menutup kotak itu, dan menyisakan satu hal di dalamnya, yaitu keputusasaan, hingga seburuk apapun keadaan di luar sana, manusia masih punya harapan. 

Versi lain dari cerita ini, adalah bahwa isi kotak itu adalah segala kebaikan yang ada dalam manusia, sehingga ketika kotak itu dibuka, segala kebaikan di dalamnya lenyap, begitu juga dengan kebaikan di hati manusia. Hanya tersisa satu dalam kotak itu, yaitu harapan.

Tapi intinya satu : Harapan.

Karena itulah buku ini dibuat. Buku ini tidak punya tema. Buku ini tidak punya alur yang jelas. Buku ini bahkan sangat abstrak. Buku ini, seperti segala macam muntahan isi pikiran Sinocrew –sebutan untuk anggota Sinovia. Seperti membuka kotak Pandora, segala hal akan dikeluarkan dari kotaknya. Tidak peduli bagus atau tidak, tidak peduli pikiran orang tentang buku ini, tidak peduli pikiran mereka yang menyalahkan dan menghakimi segala hal yang ada di dalam buku ini, atau mereka yang beranggapan ide Kotak Pandora itu sendiri sebenarnya tidak nyambung, toh pada akhirnya, buku ini ingin menanamkan satu saja, yaitu harapan!  Harapan, agar buku ini bisa menjadi pioneer. Harapan, agar buku ini bisa menjadi langkah pertama yang bisa melahirkan langkah-langkah berikutnya. Harapan, agar buku ini bisa menjadi batu loncatan Sinovia untuk terus berkarya. Harapan, agar kelak buku ini melahirkan buku-buku lainnya yang tentu saja akan lebih berkualitas, lebih teratur, dan lebih baik. Harapan, agar Sinocrew bisa lebih berani mengeluarkan isi kepala mereka dan menuangkannya ke atas kertas. Karena tinta lebih tajam daripada pedang dan tinta memiliki kekuatan untuk mengubah dunia.

Apakah kami berharap Sinovia bisa mengubah dunia? Tentu saja! Semoga Sinovia bisa mengubah dunia –setidaknya dunia tempatnya berada di balik tembok-tembok perkuliahan FK- Unhas—menjadi lebih baik lagi. 

Jadi bersiaplah, tarik nafas dalam-dalam…hembuskan pelan-pelan.. atur detak jantung Anda, tenangkan pikiran Anda… karena sesungguhnya Anda sedang membuka Kotak Pandora sekarang!

***
Iklan

3 thoughts on “21st Sinoversary

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s