The Wedding : Gita & Yasir

Bismillahirahmanirrahim..
Sibuk koas di THT plus status Minggu 1 tapi masih menyempatkan hadir di pernikahan teman angkatan, Gita Vita Soraya, S.Ked.. 17 September kemarin. Datangnya, bareng teman-teman : Laily, K dila, Us, Uci, dan Mute.. Kebetulan acaranya berlangsung cuman 10 menit dari rumahku..jadinya pada ngumpul dan make up di rumah dulu..hehe..

Sampai di acara, WOoowww.. ramai sekali dengan kehadiran teman2 angkatan dan Coas2 lainnya. ada lebih setengahnya mungkin yang hadir dari total jumlah angkatan yang 200an lebih. Lumayan buat reunian lagi..hehe 😀

NB : koleksi foto dari kamera DSLR Hidayat, teman angkatan 2006 Malaysia kelas inter..

Ketika mereka bercerita… :)

Bismillahirahmanirrahim…

Iseng saja. Hanya ingin mengumpulkan cerita-cerita mereka dan menjadikannya SATU 🙂 


Jumat, 11 Maret 2011 

namanya “Bilik Kecil”  
Entah kenapa sampai detik ini, saya tidak dapat memisahkan diriku dari sebuah ruangan yang dari kebanyakan orang meyebutnya “Bilik Kecil”. Ruangan dengan ukuran 4×7 meter itu begitu mininya jika dibandingkan dengan ruangan-ruangan lainnya (kecuali BPM). Belum lagi jika banyak asap rokok dimana-mana, tetap saja hati ini tak dapat berpaling ke ruangan-ruangan lainnya. Yah, secretariat sinovia itu memang unik, sempit, gelap, kusam, tapi tetap saja menjadi magnet untuk diriku berada didalamnya. Hanya sejenak saja untuk dapat membaringkan tubuh bongsor ini keatas karpet yang tahun lalu di beli oleh witono gunawan,. Belum lagi AC yang tiupannya kurang lebih seperti kipas angin, rasanya sepoi-sepoi sejuk menurutkum menambah hati ini tak mau berlama-lama untuk segera pergi meninggalkannya. 

Bilik kecilku tersayang, mempunyai daya magic nya tersendiri. Membuat saya dan rekan-rekan se-profesiku, ikhlas untuk meluangkan waktunya berlama-lama didalamnya. Bilik kecilku tersayang juga mempunyai sejarah yang teramat panjangnya, dia adalah saksi bisu atas perjuangan kami dan para pendahulu kami agar tidak tergusur oleh zaman. Dia telah meihat banyak canda tawa, dan tidak sedikit pula melihat tetesan air mata didalamnya. Diapun adalah saksi bisu atas banyaknya cinta yang dimulai dan diakhiri oleh penghuninya.

Berikan aku satu alasan mengapa aku harus meninggalkannya? Maka kau tak akan mendapatkan satu pun alasan, sebab dialah jika boleh aku berkata rumah ku ketika aku di kampus. Tempatku berteduh ketika kuliah yang membosankan, tempatku bernanung, ketika yang lain praktikum.

Tapi, apakah yang lainnya masih berpikiran sama sepertiku? Atau itu adalah masa yang lalu, masa yang hanya pantas di ceritakan oleh mahasiswa karatan seperti saya. Ataukah daya magic mu itu telah luntur oleh zaman, sehingga kau tak mampu lagi memberikan pesonamu terhadap mereka yang berjiwa muda? Tapi tenanglah kawand, dirimu adalah bagian dari diriku.
Tak akan ku biarkan kenangan itu pudar dalam hati ini. Karena kau adalah…  

Rumahku 


29 Maret 2004
Bilik Kecil Sinovia
Ahad pagi kemarin, bareng dengan k’ ichal, upload situs sinovia. Sengaja memilih pagi hari, karena di waktu ini, koneksi di warnet bisa cepat. Seluruh tampilan, script php dan segala yang berhubungan dengannya, dibuat oleh bapak ini. Saya sendiri, asli sama sekali buta dengan namanya php dkk. Rencana publish sinovia sudah lama, sejak akhir tahun kemarin. Tapi berhubung tidak dapat hostingan gratis yang support php -sebenarnya sudah mendaftar di t35, tapi balasan aktivasi tidak sampai-sampai juga, baru kemarin register ulang dan dapat balasan email aktivasi- baru ahad kemarin bisa upload.

Sinovia merupakan majalah kedokteran unhas. Pertama kali mengenalnya, saat di ospek sebagai mahasiswa baru. Selanjutnya, tahun kedua kuliah, sering berkunjung ke ruang sinovia (sebelum berpindah ke gedung student center). Sebuah kebetulan, bilik kecil sinovia, -demikian biasanya ruang sekretariat ini disebut- terletak berhadapan dengan ruang praktikum faal. Bilik kecil sinovia, dinamai demikian mungkin karena luas ruangannya yang kecil. Berukuran tiga kali empat meter, pintu ruangan ini selalu terbuka lebar. Di dinding atas pintu terdapat tulisan Bilik Kecil Sinovia, sebagai pengucap selamat datang. Lantai berselimutkan karpet berwarna abu-abu, dengan satu sisi dinding dalam berlukis grafiti cleopatra -mungkin-, sketsa perempuan berkerudung bercadar dari pensil warna, dan tampilan sampul depan tabloid sinovia edisi sebelumnya, dibingkai menghiasi sisi dinding lainnya. Sebuah lemari kayu besar terdapat di sudut ruang. Tempat ini juga menjadi favorit teman lain, karena terdapat mesin ketik yang bisa digunakan mengerjakan tugas pendahuluan, sebagai syarat masuk praktikum.
Tahun ketiga kuliah, diawali dengan penerimaan anggota magang, saya mulai berinteraksi dengan penghuni lain bilik ini (agak terlambat memang).

 Ada sedikit cerita saat menjadi anggota magang. Pimred, langsung memberi tugas wawancara untuk laporan utama. Tidak ada pembekalan sama sekali, hanya diberitahu gambaran tentang laput dan siapa narasumber. Sisanya… terjun bebas. Bersama dengan dua rekan magang lainnya, thurie dan ridwan, sepakat bolos kuliah untuk mewawancarai narasumber di RS Angkatan Darat Pelamonia (isi laput tentang dokter militer, saat itu lagi gembor-gembornya antipati segala yang berbau militer). Tidak ada janji sebelumnya dengan narasumber, dan saat bertemu, para narasumber tadi justru menyuruh mengikuti pertemuan mereka. Kami cuma menurut, pikirnya, setelah pertemuan bisa langsung mewawancara. Kesempatan pula, narasumber yang didapat bisa lebih dari satu. Ternyata, pertemuan yang kami ikuti tidak lebih dari presentasi produk obat baru dari satu industri farmasi, walhasil cuma bengong saja. Setelah presentasi, ada jamuan makan siang. Hitung-hitung rejeki tugas pertama. Setelah pertemuan dan jamuan makan siang usai, saat mengkonfirmasi ulang maksud kedatangan dengan para narasumber, mereka malah bengong. Nah lho. Terpaksa, wawancara ditunda keesokan harinya.

Esoknya, setelah janjian dengan kedua rekan untuk membolos lagi, bertemu dengan narasumber. Narasumbernya malah keberatan diwawancarai. Namun setelah dijelaskan isi liputan, dan memberi draft pertanyaan, barulah ia mau (ternyata, beliau mengira isi liputan tentang peran militer dalam politik). Dan kami mulai sibuk mencatat semua jawaban yang diberikannya (maklum, tidak ada yang namanya tape recorder).  Saat tabloid sinovia terbit, membaca liputan utama, mencari-cari hasil wawancara kami, ternyata hanya sebagian kecil yang diambil. Hanya dua baris kalimat saja. Tapi rasanya kok senang banget.

Sayang, saya tidak terlalu lama berinteraksi dengan penghuni bilik kecil ini. Kesibukan saat memasuki stadium klinik, membuat saya lupa dengan mereka. Hanya pada saat-saat tertentu saja saya menyambangi mereka. Sungguh sayang. Dan akhir tahun lalu, saat bertemu dengan teman-teman di sinovia, ada keinginan untuk memperbaiki tampilan sinovia online yang sudah ada. Hasilnya sudah bisa dilihat sekarang, walau masih banyak kekurangannya.   
PS : terimakasih banyak buat k’ ipink, k’ ippank, k’ irham. buat sinocrew, keep da gud work friends. juga makasih banyak untuk k’ ichal tentunya.


10 September 2009
Bilik Kecil
Bilik kecil ini menimbulkan keposesifan. Padahal tidak ada materi yang bisa dibanggakan dari ruang geometri tak jelas ini. Sebuah komputer tua yang sering hang, dua buah lemari buku hasil jarahan dan sebuah TV hasil klaim, hanya itu barang-barang yang bisa dijual dari bilik kecil ini. Tidak ada lagi yang lain. Tidak mungkin menjual AC rusak yang sudah menggantung dan mengotori bilik kecil pengap ini selama dua tahun terakhir. Walaupun ada rencana menjual, selalu saja urung dieksekusi karena baru membicarakannya saja, para penghuni bilik sudah merasa sakit mengingat semua kejahatan, kebasahan, kelembaban dan keapekan yang telah diperbuat AC tua itu. Kata salah satu penghuni,”biarkan saja dia di situ. Prestise. Untuk ukuran keindonesiaan, AC adalah barang mewah. Mungkin saja dia bisa membawa aura kemewahan di mata para tamu Indonesia”. Sebuah alasan mati untuk menyembunyikan rasa muak.

Tapi memang mengherankan. Bilik kecil ini bisa menimbulkan daya magis yang lebih kuat menarik dan mengikat terhadap penghuninya dibanding kawat gigi terhadap gigi. Padahal tidak ada upah yang didapat para penghuninya dari menjagai bilik tak berbentuk ini selain rasa pengap karena keringat dan panas tubuh. “Ini perkara di luar logika”, begitu jawab salah satu penghuni ketika ditanyai soal alasannya bertahan di bilik kecil.

Banyak hal di dunia ini yang berjalan di luar logika, terutama jika itu berkaitan dengan keposesifan. Tapi apa para penghuni bilik kecil itu tahu hal ini? Mereka tahu dan sangat menyadarinya, bahwa saat ini mereka sudah berjalan menjauhi realitas. Tapi mereka sudah tidak bisa lagi mundur. Ada sesuatu yang harus mereka tuntaskan namun tidak mungkin diputuskan tentang mereka terhadap bilik kecil ini. Kata orang-orang di zaman, batu masih jadi barang berharga, para penghuni bilik kecil itu tengah dimabuk cinta. Cinta pada bilik tak jelas.

Pasti ada sesuatu pada bilik itu yang membuat penghuninya jatuh cinta. Penulis bilang, itu kenangan. Nostalgia dengan masa lalu.

Nostalgia yang merekatkan generasi-generasi berbeda menjadi sebuah keutuhan di bilik kecil ini.



1 Juni 2011
Bilik Kecil

Saya tak bisa banyak kata tentang ini..

hanya sebuah tempat kecil

untuk keluarga kecilku

dengan mimpi-mimpi yang selalu besar

semoga tetap terjaga, kecil tak mengapa, yang penting seberapa banyak cerita yang bisa kau tuliskan di situ..

I Introduced U : My Second Room :)

Bismillahirahmanirrahim…


Tadi menyempatkan ikut rapat SC Munas Mukarnas BPN ISMKI yang insyaAllah akan di adakan di Makassar bln 3 2012. Bukan menyempatkan sih, tapi memang wajib karena berhubung menjadi Costernya..hehe…

Lama tak menginjak Secret Sinovia aka Bilik Kecil, ternyata banyak perubahan yang besarr.. mungkin karena sekarang sudah ganti pengurusan…Jadinya new leader, new colour gitu yah..hehe
Mulai dari warna cat nya, sampai mataku tertuju pada foto diriku ukuran 10 R disamping foto adikku dengan berpakaian PDH.. haha.. *ampppuuunnn..serasa pasangan Presiden dan wakil presiden saja :p 

Berhubung tadi tidak bawa kamera karena saking buru2nya, *no picture today 😛 maya upload saja foto2 Bilik kecil sinovia zaman baheula ketika masih aktif2nya di ruang ini 😀

oh iya, persentase wanita: pria disini masih 8 : 1 sepertinya 😛

See..benar-benar terasa  “bunga-bunga” nya ^___^

so colourfull :p

tiba-tiba muncul kak aco 😛

sibuk arisan :p

ondang dan nufit lagi bersama komputer penjaga sekret 😀

ka widi sibuk baca komik online

kakak yang satu ini sibuk baca komik ^^

yang ini sibuk makan…

kalo yang ini sibuk ngitung utang-utang anggota :p

yang ini sibuk apa yah? 😛

(suasana rapat akhir Bedah Buku Sinovia “Ketika Cinta Bertasbih” 2009)

Maya dan Kenangan bersama ruang geometri tidak jelas 
tapi bisa menimbulkan keposesifan 😀

bilik kecil

Mengenang Masa-masa ABG Labil :D

Found it! Akhirnya menemukan foto-foto kamar SMA ku yang “sesuatu” banget. Ternyata ada di folder HPku yang sudah hilang bertahun-tahun lalu… beda 180 derajat dari kamarku sekarang. hehe.. Pas nemu, sampai tak berhenti tertawa..hahaha… mana ada yang percaya kalau kamar seorang maya pernah seperti kamar pemain bola..hahaha...


(sebuah kamar yang menemaniku tumbuh lebih 10 tahun dan menemani masa-masa pembelajaran dan pencarian jati diri)

#Foto 1. Poster Bayern Munchen, Poster seorang pemain timas Italia, Poster Tim AS Roma, Poster seorang kiper AS Roma, dan jadwal liga italia. Lengkap! 😀

#Foto 2 : Plus jam Dinding Barcelona + 2 Poster Kapten AS Roma. Fransisco Totti :p

#Foto 3. Poster Tim AS Roma  Lagi+ Lambang Clubnya + Poster Fransisco Totti lagi 😛

NB: Sayang tempat tidurnya tidak mendukung. hahaha.. percayalah itu bukan pilihanku dan saya benar-benar tak rela ketika tempat tidur itu masuk ke kamarku…
Mungkin tak akan ada yang percaya kalau dulu saya maniak “sepakbola” sampai berlangganan tabloid BOLA *bukan BOBO :p dan majalah Liga Italia, masuk organisasi Pramuka yang suka bikin keringatan dijemur diterik matahari, menggilai pelajaran fisika, dan sempat bercita-cita jadi “ANAK TEKNIK”..*sudah sempat mengajukan “bebas tes” jurusan Teknik Sipil disalah satu Universitas di jawa waktu SMA kelas 3.. *tapi mengundurkan diri, baru ingat saya perempuan. hahaha 
(Watampone, 1996-2006)

Sekarang?

Udah kembali ke kodratnya sebagai perempuan kok…hehehe 😀
mahasiswi kedokteran, pencinta warna pink dan bunga, masuk organisasi lembaga pers kampus yang isinya 90% wanita tulen :p dan menyukai segala hal yang berbau romantis 
(Makassar, 2006-sekarang)
(ternyata tinggal di kota, tanpa orang tua yang mengawasi 24 jam membuat perubahan yang begitu besar dalam hidupku )

the last…

SINOVIA               

..ini akan menjadi yang terakhir | sebuah catatan perjalanan kecilku..


Untuk majalah sinovia edisi yang terakhir.. alhamdulillah, laku keras.. haha.. *padahal dibagikan secara gratis ;p. Good Job buat adik2 dibawah kepengurusan kharis dan ilma. persembahan terakhir darinya juga sebagai pemimpin umum dan pemimpin redaksi untuk edisi kali ini… hehe…

Oh iya, banyak teman2 koas yang nitip diambilkan majalah edisi kali ini di sekret sinovia, seperti edisi2 sebelumnya. Tapi apa daya, pimrednya cuman kasih saya 1 biji. padahal biasa, saya bisa ngambil sampai 10 exemplar.. hahaha.
Stoknya sudah sangat terbatas, blum lagi untuk dibagikan buat tamu di acara sinoversary dan acara munas mukernas BPN ISMKI ke 7 di makassar. huft.. tapi saya tidak pulang hampa kok, saya mendapat stiker Sinovia Gratisss ;p *coba jaket sinovia yang di kasih gratis..haha

Terpaksa juga, untuk edisi kali ini, saya tak bisa mengirimkan majalah ini ke teman-teman seperjuangan di BPN III yang kutemui di bandung seperti edisi2 yang lalu dan beberapa teman2 MPers.. hehe… maaf sekali. untuk kali ini, download saja yah..hehe.. ^___^,

keterangan foto : majalah sinovia dari edisi pertama saya dapatkan ketika masih MABA sampai edisi trakhir saya bernafas bersamanya 🙂 ini masih kurang dua, edisi UKDI dan edisi Kelas International yang saya sudah tak tahu dimana keberadaanya..hehe

For Download http://www.sinovia.org/images/stories/pdf/MajalahSinovia39.rar

Cinta Coass :)

Kata orang…
Cinta itu melelahkan jiwa dan raga

kata saya..
“Coass itu melelahkan jiwa dan raga




ternyata Cinta dan Coass itu sama saja, bikin lelah.
jadi pilih salah satunya saja
biar tidak terlalu lelah ;p



catatan 9 minggu lagi
|dinas|jaga|referat|morning report|visite|journal reading|follow up|respon|laporan kasus|ujian|diskusi|parade|text book reading|