[FF] a short story. untuknya

“bagaimana hari pertama mu?”

sebuah pesan singkat yang mengawali hariku..

saya hanya bisa tersenyum. entah ini bulan keberapa. tapi rasanya tiap bulan semenjak kejadian itu ia tak pernah alpa menanyakan pertanyaan yang sama padaku..

saya sampai tak percaya, bagaimana mungkin dia bisa begitu paham siklus haid seorang wanita…

dan kenangan itu pun akhirnya ku putar ulang

M : Kakakkkkk….peruuuuttttkkkkuu SAKKKIIITTT sekalliiiiiiii….

N : sakit kenapa?

M : sepertinya Disminore. hari pertama.

N : jadi bagaimana? saya belikan obat yah?

M : tidak usahhh… perutttkkku sakit sekali.. saya sudah tidak tahan..

N : ya karena itu, saya belikan obat. kamu biasa minum obat apa?

M : tidak mauuu… biasanya ditahan saja

N : tapi kalau gini. nanti kalau ada pasien datang gimana. ini mumpung VK lagi kosong.

N : saya belikan asam mefenamat atau buscopam saja??

M : tidak mauuuuu… saya belum makan. nanti muntah-muntah…

N : kalau begitu saya belikan makanan dulu yah..

M : haaaahhh… mana mungkin saya bisa makan dalam kondisi ini…. *sambil meremas-remas sebuah buku..

N : ya sudah, kue aja yah…

M : tidakkk mau.. kalau ada masuk, pasti saya muntahkan..

N : argghhhh.. wanita benar-benar memusingkann…

N : jadi mau nya apa??

M : maya mau pulang. maya ga tahan lagi… maya cukup baring saja…

N : tidak. tidak boleh. kamu ga boleh nyetir mobil sendiri. kalau tiba-tiba pingsan gimana. kalau saya antar juga tidak mungkin. tidak mungkin membiarkan VK kosong. residen sedang ada pertemuan.baring di bed pasien saja sana.

M : kak,, maya sudah tidak tahan.. *meremas semua benda di depan meja

N : aduh may,saya harus bagaimana. kamu kayak mau partus saja. tiap bulan seperti ini?

*ini manusia sempat2nya bercanda -__-“

M : iya. biasa malah sampai pingsan.

N : *sambil menarik tanganku. may, kita ke ruang USG saja yah. dokter radiologi pasti masih ada. saya khawatir ada yang tidak beres..

M : tidak mauuu…….

N : kamu ini keras kepala sekali, yah sudah, saya tidak mau peduli

M : kak.sakit sekali.. *menangis..sambil meremas perut..

N : arghhhhh…… ini! *menyodorkan tangan

M : apa ini?

N : remas saja tanganku. benda2 didepanmu sudah hancur semua

M : tidak mau

N : sudahlah, jangan membuatku jadi manusia tidak berguna

M : baiklah..


saya pun meremas tangannya..dia tak mengeluh.. hingga remasanku pun tak terasa lagi baginya. Saya pingsan..

M : kak

N : baguslah kamu sudah sadar.. bagaimana sekarang?

M : sudah baikan. maaf tadi merepotkan.

N : tidak apa2.

M : berapa jam saya pingsan?

N : 2 jam. tadi setelah kamu pingsan, ada pasien baru masuk. jadi saya biarkan kamu tidur di meja batu.

M : ohh.. maaf. pasien apa?

N : sudahlah. tidak usah di pikirkan.. pasien hiperemesis. sudah saya lapor ke residen.itu, makanan. saya belikan. kau makan saja dulu.

setelah kejadian itu.. ku pikir semuanya akan kembali seperti biasa saja. memang tidak ada yang berubah setelah kejadian itu. tidak ada perhatian yang lebih. tak ada yang berbeda. kami sama-sama keluar dari bagian obgyn dengan cara kami masing-masing. yah…ku pikir cerita kami sudah selesai. ternyata tidak. dia masih mengingatnya. dia. manusia yang begitu mengkhawatirkanku di tiap bulannya.

“maya baik-baik saja kok kak.. nyeri perutnya muncul kemarin sore. untung lagi di rumah. jadi langsung tidur saja sambil miring kiri-miring kanan…hehe. terima kasih kakakku yang baik hati”

“sama-sama adikku yang hatinya sebaik kakaknya”

FIKSI
[bukan kisah nyata]
kesamaan nama ataupun cerita diluar kuasa si penulis


*a short story.untuknya.
i will make you smile


Iklan

18 thoughts on “[FF] a short story. untuknya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s