rasanya jadi "dokter jaga UGD" 7×24 jam

Bismillahirahmanirahim..

akhirnya sempat buka MP juga dari Laptop.. hihi ^^, saya baru saja melalui satu minggu yang sangat menakjubkan dalam hidupku. jadi “dokter jaga” 24 jam selama 1 minggu. Minggu kemarin, saya dan teman mingguku stase LUAR atau istilah kerennya stase LN (LUAR NEGERI). Stase di luar rumah sakit pusat RSWS. di stase ini, kami yang berjumlah 13 orang dipencar diberbagai rumah sakit daerah maupun rumah sakit swasta. ada 8 rumah sakit dan 1 rumah sakit biasanya koas bedahnya dipegang 1 atau 2 orang. Saya pun memilih stase LN ini di salah satu RS perifer di kota makassar bersama Kak Andis. tepat di jantung kota makassar kayaknya.hehe… ada beberapa alasan saya memilih rumah sakit ini,
1. masih dalam kota. hehehe.. entahlah, rumah sakit luar daerah membuatku sedikit trauma. apalagi kendaraanku belum sempat diservis dan sudah lewat jadwal seharusnya. jadi belum berani bawa keluar kota.
2. makannya 5dd1 (baca: 5×1). dari semua rumah sakit yang kulalui, sepertinya rumah sakit ini yang paling memberikan “service” makanan paling ENAAAAAk dan banyaaaakk…hehehe.. pagi2 makan nasi+telur+kerupuk, jam 10.00 ada cemilan kue/gorengan + teh manis. jam 12.00 makan nasi+sayur+ayam/ikan+tempe/perkedel pukul 15.00 cemilan lagi. 18.00 makan malam lagi… hihi 😀
3. kamar koas cewek dan cowok pisah! ini yang paling penting…apalagi saya dapat LN nya dengan koas pria, k andis. kamar koas cewek dan cowoknya beda gedung. kamar koas cewek dekat UGD yang cowok dekat perawatan 1. ^^
4. Residennya cewek. hehehe.. sedikit ingin mempelajari lika liku kehidupan residen bedah perempuan. penasaran bagi waktu hidupnya dengan keluarga.hehehe.. 😛
6. perawatnya baik-baik. jujur, perawat-perawatnya memang baik-baik. terutama yang di UGD. sudah seperti keluarga. 1 minggu tak pernah dengar kata “KOAS” hihi.. dipanggil “dok” teruuuus ^^

LN dirumah sakit ini memang menyenangkan. yang pasti, kita dibuat seperti benar-benar seorang dokter sesungguhnya. malah kadang-kadang gantiin dokter triase di UGD. jadi pasien interna, anak maupun neuro juga diterima, diperiksa, dan diterapi. oh iya, permintaan visum dirumah sakit ini juga sering, dan siapa lagi yang nulis hasil pemeriksaa visumnya kalau bukan koas bedahnya.hehe.. jadi dengan status koas bedah,tapi serasa jadi koas multifungsi. merangkap jadi koas interna, anak, neuro dan forensik.hehehe.
residen bedah di rumah sakit ini cuman 1. dr. dewi. biasanya residennya standby di kamar residen atau pulang (on call) dan koas bedah yang standby di UGD. kalau ada pasien bedah/trauma biasanya kami (saya dan k andis) yang mengeksekusinya sampai pasien pulang. lapor ke residen kalau ada kasus2 berat.kepercayaan yang sungguh luar biasa. mungkin karena dr.dewi juga dah tau kalau k andis, selepas bedah sudah jadi dokter. dan saya, sisa 3 bagian lagi. sempat direspon2 dulu ketika perkenalan. tentang penanganan pertama kasus2 emergency.

Kalau kasus2 luka robek yang harus dijahit, biasanya saya ma k andis yang langsung menjahitnya. observasi dan beri obat kemudian dipulangkan. ini kasus terbanyak yang saya dapatkan selama 1 minggu. tiap hari bisa “NgeHecting” sampai 6x sehari. bisa lebih karena biasanya 1 pasien ga hanya 1 luka robek saja. bikin encok kadang2.
Pasien2 bedah non trauma juga sering seperti pasien  ileus obstruktif dan apendisitis. hemoroid, retensi urine, dan hernia. kalau ileus obstruktif tanpa ragu2 minta foto BNO 3 posisi. trus pasang NGT dan Kateter.kalau APP, periksa baik2. kalau dah yakin APP sesuai scorenya baru minta USG abdomen. Setelah itu baru lapor residen.hehehe. Pasien2 orthopedi juga seperti itu. kalau ada pasien susp. fraktur di ekstremitas, biasanya kami pasangin spalak dulu.trus bikin pengantar foto ke radiologi. setelah ada hasilnya dan memang ada fraktur atau dislokasi baru hubungi residen orthopedinya. sementara nunggu dokter orthopedinya biasanya kami elevasi dulu.trus beri obat anti nyeri.

Kehidupan UGD bagi seorang dokter bedah memang sudah biasa. pasien kecelakaan biasanya ngak masuk satu-satu. sering sekali serentak. 2 atau 3 orang. karena lawan tabrakannya juga biasanya dimasukkan dirumah sakit yang sama. Waktu minggu 1 kami sudah merasakan namanya UGD terbesar di makassar dengan kapasitas bed bisa sampai 20. tapi ketika itu, kami be11 jadi kurang berasa dibandingkan LN dimana kami hanya ber 2 dalam 1 rumah sakit. lebih menguasai medan pastinya

Oia, sedikit perkenalan dengan teman LN ku, K andis yang super kereeeennn ini.hehehe.. calon dokter bedah terbaik insyaAllah. K andis, awalnya mau LN di pare-pare cumah karena LN pare-pare sekarang jatahnya subdivisi digestive jadinya pindah ke Ibnu Sina, tapi karena alasan sesuatu hal jadinya pindah ke RS tempat LNku. K andis ini anak TBM Calcaneus. jadi untuk urusan2 “emergency” sudah sangat berpengalaman sekali. saya banyak belajar banyak darinya. terutama masalah “ketenangan”. hehehe.. tenang banget ngadapin pasien-pasien trauma.tidak ada paniknya sama sekali.  sempat ada pasien trauma kepala datang, jalan dengan wajah berlumuran darah. banjir darah. saya mulai panik. K andis malah tenang-tenang aja. dia bilang “tenang may, GCS nya 15 kok. kalau luka di kepala memang banyak darahnya”. ga usah terlalu panik gitu. mending nangani pasien yang disebelah, ngak berhenti ngeluh sakit perut, saya curiga ada perdarahan dalam. mungkin heparnya ruptur. Kalau tidak cepat ditangani prognosisnya bisa lebih buruk.K andis malah sibuk buat pengantar USG abdomen untuk pasien yang nyeri perut sambil resusitasi cairan. Dan pasien dengan luka robek dikepalanya saya yang pegang. pertama, saya bebat tekan dulu perdarahannya sambil menyiapkan alat jahit. setelah siap saya pun menjahit pasien tsb. pas saya periksa, ternyata lukanya ngak dalam-dalam banget. hehehe.. benar kata kak andis. Dan pasien yg nyeri perut yang ditangani k andis,  tidak sampai beberapa menit dokter datang dan melihat pasieni tersebut dan segera MENG-CITO-KAN untuk dioperasi laparotomi explorasi. Jadi banyak belajar sama k andis cara memilah-milah pasien2 yang benar-benar emergency, lumayan emergency, dan tidak emergency2 banget.

Juga dalam memanajemen sumber daya yang ada. Saya banyak belajar banyak juga dari parner saya ini dalam urusan “memimpin”. Ada 2 perawat senior dan 5 mahasiswa perawat junior yang lagi magang. biasanya kalau ada pasien baru kami periksa dulu, kalau sudah pasti tak ada kelainan pada tulang2nya maupun organ vitalnya dan hnya ada vulnus excoriatum dibeberapa tubuh pasien, kami serahkan dulu pada perawat junior untuk dibersihkan. kalau ada yang robek, baru serahkan ke saya untuk jahit ditemani 1 adik perawat untuk jadi asistern. kalau di daerah muka, biasanya kami berdua yang langsung pegang. apalagi kalau robeknya daerah2 mata. Seperti itulah kehidupan saya dan kak andis selama LN di rumah sakit ini.

dan bagiku, pengalaman yang PALING tak terlupakan ketika ada pasien masuk jam 3 subuh dengan vulnus ictum (luka tusuk) di regio thoraks kanannya. pasien masuk dengan panah yang masih tertancap di dinding dadanya. di saat itu, kami mulai berdebat. menurutku pasien ini harus segera dilapor ke dokter karena bisa saja pasien ini trauma thoraks. K andis, bilang, tenang may. kita keluarkan dulu panahnya. tak ada tanda-tanda penumothoraks kok may. tapi saya bilang, takutnya nanti jadi trauma toraks kalau ngak hati2 ngeluarin besi panahnya. “tenang may”. 1 kata yang akan selalu kuingat darinya. dan ini sungguh pengalaman menegangkan. hanya ada saya dan k andis dan 1 perawat. yang lain sudah tidur dengan pulasnya. k andis mulai menginsisi dinding dadanya  karena bentuk ujung panahnya segitiga rasanya tak mungkin untuk menariknya keluar dengan paksa. tapi ketika mulai menginsisi, k andis bilang, may.. infus dulu yah pasiennya. takut nanti kena pembuluh darah dan perdarahan hebat. hahaha. ka andis, bisa takut juga ternyata. dan alhamdulillah, berhasil kami keluarkan panahnya dengan teknik menginsisi dinding dada dari bawah dengan panahnya sebagai penuntun kami dan klem untuk memfiksasi kalau ada pembuluh darah. panahnya kluar, k andis lalu bilang “skrng giliran mu yang jahit yah” saya mau tidur. hahaha.. dasar. lukanya lumayan dalam. tapi untungnya tak sampai cavum pleuranya.hehe. saya pikir, panah2 gituan biasanya ada racun di ujungnya jadinya saya bersihkan luka bekas masuk dan insisinya dengan H202. setelah itu, observasi pasiennya dan kami pun memulangkannya. really. benar2 serasa sudah jadi dokter. pengalaman menegangkan seperti ini memang hanya ada di UGD. ^^

oia, seperti inilah kehidupan LNku selama 1 minggu
06.30-08.00 ikut visite residen ke pasien2 rawat inap
08.00-10.00 TIDUUUUUUUURRRRRRRRRR!!!!!!!!! NB: kalau beruntung hari itu tidak ada 
                    operasi.hehehe. kalau ada, yah.. curi2 waktu sajalah ^^
10.00-14.00 Standby di Poli bedah UGD. kerjaannya GV pasien.kalau ada pasien baru
                    kecelakaan tetap kami yang terima. di jam ini kadang tak ada dokter. dokter
                    biasanya ikut OK. jadi kalau ada OK, yang 1 koas bedah ikut OK dan
                    menjadi asistern steril dan yang 1 koas standby di poli
14.00-18.00 tetap standby di UGD. kadang jadi dokter triase. gantiin dokter umumnya yang
                   lagi ada keperluan. kadang, saya ma ka andis gantian di jam ini untuk
                   istirahat. pasien masih kurang biasanya.
18.00-01.00 benar-benar harus standby di UGD. pasien keluar masuk di jam ini. terutama 
                   pasien trauma
01.00-06.00 standby di kamar koas kl tidak ada pasien di UGD. biasanya kalau ada ada
                   panggilan telpon di kamar koas. jadi ingat waktu LN hari pertama. jam 1
                   ditelpon. trus balik mau tidur jam 3. jam 4 ditelpon jagi. jam 5 balik ke kamar
                   koas. jam 6 di telpon lagi.hahaha. kepala jadi nyut2an gara-gara tidur kayak 
                   ayam..hehehe. besoknya lebih memilih tidur di meja UGD saja. dari pada
                   bolak-balik terus 😀

selama 7 hari 😀 😀 😀

pengalaman lucu juga banyak. termasuk kebodohanku membuat pengantar foto radiologi. minta foto “MANUS DEXTRA AP/LAT” padahal kan harusnya AP/OBLIK. untungnya yang dapat kesalahanku itu kak andis. hahaha.

sungguh, saya baru merasakan nikmatnya jadi koas bedah ketika stase di rumah sakit ini. memberi saya banyak pengalaman menakjubkan. pengalaman yang tak pernah tertulis di textbook manapun.

terima kasih untuk 1 minggu yang menakjubkan. terima kasih untuk kepercayaan yang begitu besar.

*maaf kalimat2nya sangat berantakan. lama tak menulis jadi seperti ini.hahaha…

Iklan

14 thoughts on “rasanya jadi "dokter jaga UGD" 7×24 jam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s