stase unit luka bakar

Bismillahirahmanirahim.. 

Minggu ini, saya di stase di subdivisi bedah plastik.. stase yang katanya lumayan santai, tapi entah kenapa chief koas menempatkanku di stase unit luka bakar. lumayan sibuk. temani perawat GV (ganti verban) pasien2 di unit luka bakar. 1 pasien bisa makan waktu 30-60 menit. tergantung luas lukanya.. yang lama sih, buka perbannya, karena biasanya lengket dengan lukanya. jadi harus pelan2 biar pasien tidak kesakitan.
oh iya, kata chief, kriteria koas yang bisa stase di unit luka bakar itu:

1. Bisa bangun pagi. visite di mulai dari unit luka bakar. dan visite biasanya dimulai tercepat pukul 07.00 
2. Rajin. saya tak mengerti dengan kriteria ini..hehehe.. minggu lalu, satu minggu ditembak bedah plastik gara2 salah menempatkan orang di unit luka bakar. kesalahan 1 koas bisa ditanggung ramai-ramai ^^
3. Bisa melihat “yang serem” dan tahan mencium “bau-bau”an.. namanya juga unit luka bakar. pasien2nya, pasien luka bakar yang kebanyakan disertai infeksi.. jadi yah… harus tahan yang 2 itu
4. Siap tak dapat ilmu. yah.. semenjak pergantian chief residen. koas unit luka bakar, harus standby terus sampai jam dinas berakhir. padahal kan kepengen juga masuk OK dan merasakan namanya poli bedah plastik. selama satu minggu ini, cuman dapat 1 OK, itupun pas di jam jaga. ^^
5. punya kamera. sepertinya alasan ini yang akhirnya chief memutuskan menempatkanku stase di unit luka bakar. karena setiap GV (ganti verban), luka-luka pasien harus difoto… untuk dimasukkan di file parade… 🙂

sepertinya memang tak bisa bersantai2 ria ^^,

oia, ada sedikit cerita  dibalik unit luka bakar ini. hari ini, masuk lagi pasien anak luka bakar. kali ini umur 2 tahun. yah.. setelah menganamnesis ternyata anak ini lagi bermain2 di dekat kompor kayu. kemudian iseng2 menyiram kompor itu dengan jergen yang berisi minyak tanah. yah….. api melalap hampir seluruh tubuh si anak termasuk muka. padahal si anak ini perempuan. sedih melihat kondisinya. saya jadi ingat pasien beberapa hari yang lalu. pasien anak juga. umur kira2 5 tahun. perempuan. namanya putri. kalau putri kejadiannya luka bakar karena air panas. si putri ini manjat di motor tukang bakso kemudian jatuh dan panci yang berisi air bakso panas juga ikut terjatuh dan mengenai hampir seluruh tubuhnya. pasien putri ini saya terima ketika masih minggu 1 UGD. kondisinya cukup mengenaskan. rewelnya minta ampun. pengen di gendong terus sama mamanya dan tak berhenti meminta es krim. mungkin karena ia merasa kepanasan terus. sayangnya nasib putri kurang beruntung. putri meninggal. prognosisnya memang tak terlalu baik. hanya bisa mendoakan.. padahal saya sudah janji, kalau dah sembuh akan membelikannya es krim 😦

2 kondisi yang hampir sama. saya hanya berpikir sejenak, apa si ibu/ si ayah tak menjaganya dengan baik? kenapa membiarkan mereka bermain tanpa pengawasan orang tua? apa mereka terlalu sibuk? Arghh…. hati ini sepertinya sakit melihat 2 anak dengan kondisi seperti itu.

Semoga 2 kejadian ini, bisa jadi pembelajaran bagi para ibu dan calon ibu. Yah, namanya juga anak2. hiperaktif. keingintahuannya begitu besar. tapi jangan sampai kita lalai dalam menjaganya..
jaga ia, karena menurutku, ibu adalah orang-orang yang sungguh sangat beruntung yang mendapat kepercayaan dari-Nya. mendapat titipan dari-Nya.

jaga terakhir di bedah plastik.


Iklan

14 thoughts on “stase unit luka bakar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s