Kiss the rain


I often close my eyes
And I can see you smile
You reach out for my hand
And I’m woken from my dream
Although your heart is mine
It’s hollow inside
I never had your love
And I never will

And every night
I lie awake
Thinking maybe you love me
Like I’ve always loved you
But how can you love me
Like I loved you when
You can’t even look me straight in my eyes

I’ve never felt this way
To be so in love
To have someone there
Yet feel so alone
Aren’t you supposed to be
The one to wipe my tears
The one to say that you would never leave

The waters calm and still
My reflection is there
I see you holding me
But then you disappear
All that is left of you
Is a memory
On that only, exists in my dreams

I don’t know what hurts you
But I can feel it too
And it just hurts so much
To know that I can’t do a thing
And deep down in my heart
Somehow I just know
That no matter what
I’ll always love you
So why am I still here in the rain

*baru tahu kalau ada versi inggrisnya.. cuman tau versi instrumental pianonya saja ^^, backsound MP k nensa

stase unit luka bakar

Bismillahirahmanirahim.. 

Minggu ini, saya di stase di subdivisi bedah plastik.. stase yang katanya lumayan santai, tapi entah kenapa chief koas menempatkanku di stase unit luka bakar. lumayan sibuk. temani perawat GV (ganti verban) pasien2 di unit luka bakar. 1 pasien bisa makan waktu 30-60 menit. tergantung luas lukanya.. yang lama sih, buka perbannya, karena biasanya lengket dengan lukanya. jadi harus pelan2 biar pasien tidak kesakitan.
oh iya, kata chief, kriteria koas yang bisa stase di unit luka bakar itu:

1. Bisa bangun pagi. visite di mulai dari unit luka bakar. dan visite biasanya dimulai tercepat pukul 07.00 
2. Rajin. saya tak mengerti dengan kriteria ini..hehehe.. minggu lalu, satu minggu ditembak bedah plastik gara2 salah menempatkan orang di unit luka bakar. kesalahan 1 koas bisa ditanggung ramai-ramai ^^
3. Bisa melihat “yang serem” dan tahan mencium “bau-bau”an.. namanya juga unit luka bakar. pasien2nya, pasien luka bakar yang kebanyakan disertai infeksi.. jadi yah… harus tahan yang 2 itu
4. Siap tak dapat ilmu. yah.. semenjak pergantian chief residen. koas unit luka bakar, harus standby terus sampai jam dinas berakhir. padahal kan kepengen juga masuk OK dan merasakan namanya poli bedah plastik. selama satu minggu ini, cuman dapat 1 OK, itupun pas di jam jaga. ^^
5. punya kamera. sepertinya alasan ini yang akhirnya chief memutuskan menempatkanku stase di unit luka bakar. karena setiap GV (ganti verban), luka-luka pasien harus difoto… untuk dimasukkan di file parade… 🙂

sepertinya memang tak bisa bersantai2 ria ^^,

oia, ada sedikit cerita  dibalik unit luka bakar ini. hari ini, masuk lagi pasien anak luka bakar. kali ini umur 2 tahun. yah.. setelah menganamnesis ternyata anak ini lagi bermain2 di dekat kompor kayu. kemudian iseng2 menyiram kompor itu dengan jergen yang berisi minyak tanah. yah….. api melalap hampir seluruh tubuh si anak termasuk muka. padahal si anak ini perempuan. sedih melihat kondisinya. saya jadi ingat pasien beberapa hari yang lalu. pasien anak juga. umur kira2 5 tahun. perempuan. namanya putri. kalau putri kejadiannya luka bakar karena air panas. si putri ini manjat di motor tukang bakso kemudian jatuh dan panci yang berisi air bakso panas juga ikut terjatuh dan mengenai hampir seluruh tubuhnya. pasien putri ini saya terima ketika masih minggu 1 UGD. kondisinya cukup mengenaskan. rewelnya minta ampun. pengen di gendong terus sama mamanya dan tak berhenti meminta es krim. mungkin karena ia merasa kepanasan terus. sayangnya nasib putri kurang beruntung. putri meninggal. prognosisnya memang tak terlalu baik. hanya bisa mendoakan.. padahal saya sudah janji, kalau dah sembuh akan membelikannya es krim 😦

2 kondisi yang hampir sama. saya hanya berpikir sejenak, apa si ibu/ si ayah tak menjaganya dengan baik? kenapa membiarkan mereka bermain tanpa pengawasan orang tua? apa mereka terlalu sibuk? Arghh…. hati ini sepertinya sakit melihat 2 anak dengan kondisi seperti itu.

Semoga 2 kejadian ini, bisa jadi pembelajaran bagi para ibu dan calon ibu. Yah, namanya juga anak2. hiperaktif. keingintahuannya begitu besar. tapi jangan sampai kita lalai dalam menjaganya..
jaga ia, karena menurutku, ibu adalah orang-orang yang sungguh sangat beruntung yang mendapat kepercayaan dari-Nya. mendapat titipan dari-Nya.

jaga terakhir di bedah plastik.


Kamar Koas bedah Bangsal

Pengap. Ventilasi kurang. Berada didalamnya seperti sedang berada di dunia percetakan 😀 😀
tak ada AC. hanya ada sebuah kipas angin untuk 2 ruang yang hanya dibatasi tripleks tipis, pemisah kamar coas pria dan wanita. sering jadi rebutan ^^, sepertinya kamar koas ini sudah didesain tak senyaman mungkin agar para koas tak betah didalam, dan lebih memilih nongkrong dibangsal atau UGD. membuat dokter ataupun perawat tak perlu jauh2 lagi memanggil kami jika ada keluhan..hehehe

koran subdivisi bedah anak

…dan K.O.R.A.N, 1 dari sekian hal terpenting yang harus kami buat selama jaga. Koran bedah adalah semacam resume pasien yang berisi identitas pasien, anamnesis pasien, diagnosa terakhir, hasil lab terakhir, dan pengobatan terakhir.. tiap hari harus di update terus. dan deadline penerbitan koran ini adalah pagi, sebelum visite.. ^^