Untuk Kawanku, Co-Ass Malaysia

Perselisihan Indonesia-Malaysia, seperti benang kusut yang belum memiliki titik akhir.
Entah kenapa, membaca dan menonton pemberitaan mengenai insidensi Malaysia terhadap Indonesia ataupun Indonesia terhadap Malaysia membuatku teringat kepada Kawan-kawan Koas Malaysia yang sementara menempuh pendidikan kedokteran di Unhas. Mungkin mulai ada wacana jika pelajar2 malaysia di Indonesia akan ditarik dan Indonesia akan menghentikan mengimpor mahasiswa dari Malaysia. Huft, harus sampai segitunya kah?

Keberadaan saudara2 kami Koas Malaysia didunia pre Klinik maupun Klinik sebenarnya memberi warna berbeda. Begitu banyak pelajaran berharga y ang kami dapatkan dari mereka. Entah itu memang benar2 dari sisi akademik. yah.. beberapa dari mereka, yg memiliki kemampuan diatas rata2, sangat senang mengajar. bahkan di angkatan 2005, salah satu dari Kakak senior malaysia ada yang diangkat jadi asisten Anatomi. Tak pernah ada niat untuk membenci mereka. Sejak awal. bagi kami, mereka tetap saudara kami. teman seperjuang kami. Masalah Indonesia-Malaysia bukan sesuatu yang baru kan? sudah sejak zaman pra sejarah pun masalah tersebut kerap muncul. permasalahan batas wilayah. klaim mengklaim. Yah.. sebenarnya saya sangat kecewa dengan tindakan orang2 malaysia yang (maaf) tidak tahu diri tersebut. lantas, apakah kekecewaan itu harus kita tunjukkan kepada kawan2 kita yang dari malaysia? Bagaimanapun mereka adalah tamu dinegeri kita. dan sudah adatnya kan, kita menghormati mereka sebagai tamu. Toh, mereka juga selalu berusaha untuk menjadi tamu yang baik. Sungguh, selama mengenal mereka, tak pernah sekalipun kulihat mereka berulah atau menyinggung Kedaulatan negara kita.

Kenapa saya berpikir seperti itu? yah, mereka juga punya keluarga, punya banyak saudara. bagiku, mereka sama seperti kita. jangan sampai masalah insiden tersebut membuat hubungan yang selalu kita bina dan jaga antara mahasiswa kedokteran, asli Indonesia dan asli malaysia menjadi retak. Bagaimanapun, ketika di Klinik, kita pasti akan menjadi satu tim. tak mungkin bisa jalan sendiri-sendiri.

Beberapa dari kami ada yang cukup dekat dengan teman2 malaysia. dan tak pernah mempermasalahkan hal tersebut. *walaupun ada beberapa dari teman2 Indonesia yang terkadang judes dengan mereka. ataupun menjaga jarak. sebenarnya saya percaya, tak pernah ada niat sedikitpun dari rekan2 saya untuk membenci mereka. Terkadang dalam perjalanan kebersamaan ada sedikit bersitegang. bukan kah itu sesuatu yang wajar. jangankan Coas malaysia, teman sekampung halaman pun kadang kita berselisih paham. ada yang salah? wajar kan? capek mungkin salah satu faktornya. membuat emosi kadang tak terkendali. Biasanya hanya permasalahan2 kecil saja. Ketika mereka terlambat datang. atau lupa/sengaja tidak followup pasien. yah.. beberapa dari mereka sangat mengutamakan belajar. sehingga urusan pasien terbengkalai. kuanggap itu sesuatu yang wajar. toh, dari kami sendiripun ada juga yang seperti itu. mungkin hanya miss Komunikasi. Saya juga menyadari, keinginan terbesar mereka adalah lulus dari satu bagian dan lanjut kebagian lain hingga lulus jadi dokter dan kembali ke negara. kerinduan akan kampung halaman sepertinya sangat mengebu2. bukankah kita juga seperti itu jika jauh dari kampung halaman?

sebenarnya kami sangat bangga punya teman dan berkenalan dengan mereka, Coas malaysia. mereka punya semangat juang yang sangat tinggi. mungkin karena faktor jauh dari orang tua sehingga tak pernah ada niat untuk bermalas2an. Saya sangat berterima kasih dengan Nurhazwani “wani” .kalau bukan dia, mungkin saya tak akan mendapat nilai sempurna “A” di bagian Neurologi dan Interna. Wani dan dini, mereka benar2 teman seperjuangan di Neuro. terutama wani, karena takdir yang memaksa kami 2 minggu sestase. dia yang slalu mengajakku untuk diskusi dan terus mengejar diskusi dengan dokter2 residen. tiap kali ada waktu kosong selalu dia isi dengan mengajakku membahas penyakit2. Sangat berterima kasih dengan Kak Elango. kakak senior malaysia di stase Jiwa. Walaupun tak pintar2 banget tapi kak elango sangat senang melucu. benar2 membuat stase jiwa jadi ceria. Juga dengan ayu, kakak minggu ketika LN di ibnu Sina Stase interna kemarin. Tanpanya mungkin betisku sudah meletus sebelum keluar LN.hehehe. Kuakui, hampir semua teman2 malaysia memiliki kecerdasaan diatas rata2. tak heran, jika ada yang menjadikan mereka tumbal untuk penguji Killer. entah itu dokter2 residen aka Gubernur Coass atau malah dari kami sendiri. kami menyadari itu. tapi mereka tak pernah protes. mereka menjalani sebagai sebuah proses. sungguh, banyak yg bisa saya pelajari dari semangat mereka.

Dari sekian banyak teman2 Coas Malaysia, mungkin wani yang paling dekat dengan diriku dan teman2 dekatku yang lain. dia suka Indonesia. terbukti dari isi Hpnya yg semua berisi lagu indonesia. dia sangat menyukai lagu2 indonesia. acara favoritnya IDOLA CILIK dan INDONESIAN IDOL. dan yg pasti.. makanan favoritnya tiap kali saya makan bersama dirinya, dia selalu memesan “pallu basa”, kalo bukan sop saudara. kadang2 coto makassar dan Rawon.*oh iya, dia baru tau rawon itu enak.hehehe.. pernah seminggu waktu stase di LB kami makan rawon teruuusss.. *semoga tak di klaim.hihi^^

                                      bersama wani ketika jalan2 ke Trans

                       kaos pilihan wani ketika jalan2 bersama disalah satu pusat perbelanjaan
                       pakaian ^^
. akan ku pakai ketika jalan2 ke Malaysia suatu saat. 😀

Satu hal yang menyenangkan bisa bersahabat dengan mereka. beda kultur. beda bahasa. beda cerita. tapi bagiku kita masih satu “RUMPUN”, dan sejarah tak akan pernah berubah. maaf kalau saya salah. ^^

Iklan

12 thoughts on “Untuk Kawanku, Co-Ass Malaysia

  1. betul..makanya tdk blh mengeneralisir..

    tdk blh mmbenci 'orang' malaysia..krn ini bkn kesalahan mrka, hnya krjaan segelintir pihak yg tdk btgg jwb sj..

    aku plg mls mnyinggung mslh ini..biarkan org2 atas itu bersikukuh, hatiku akn ttp damai, tak terprovokasi sdkitpun..haha.. 🙂

  2. cinta damai..hehehe..

    yg kusesalkan dari insidens tersebut malah pemerintah indonesia sendiri yang tak bisa tegas. bukan maksud ngajak perang. tapi lebih tepatnya cari solusi secepatnya. bawa ke mahkamah internasional kek. atau mempatenkan semua milik indonesia agar ngak ada yg berani ganggu lg. atau memberi hukuman yg seberat2nya bagi pihak luar yg berani macem2 dengan negara kita. atau segera buat perundingan dengan negara2 tetangga untuk mempertegas batas wilayah. serta hukuman2 yg jelas bagi para pelanggar..
    *sok tau mode ON 😀

  3. hmmmm,, jangan mudah terprovokasi lah intinyaa,, ga semua orang malay kek gitu,, jangan sampai situasi ini dimanfaatkan pihak lain yg memang dengan sengaja atau tidak (?) membuat suasana menjadi keruh,, so tetap laahhh kita menyikapinya dengan kepala dingin,, kita percayakan upaya penyelesaiannya pada Umaro' kita,, hee

  4. Subhanallah …… Ukhuwah yg multirasial. senangnya ya punya teman seperjuangan dari berbeda negara (lom pernah ngerasain sih) …

    *menghayal* kalo misalnya koas malaysia ada d Pontianak. mgkn gak akan mengalami hambatan yg berarti dari segi bahasa : bhs melayu pontianak n malaysia gak jauh beda.

    orang malaysia pinter2 mgkn karena semangat juang yg luar biasa berada d negeri orang. asal kita tuan rumahnya jangan jadi kalah ! 🙂

    btw, penasaran nih band indonesia favoritnya wani tuh siapa yah ?

  5. suka lagu2nya cinta laura.hehehe..

    kalo pilem, suka pilem2 yg di TPI itu. wani nyebutnya cinta naga2..hihi..
    pilem percintaan tapi ada naganya.wkwkwk..sampe geleng2 kepala aku dibuatnya kalo lg jaga bareng. lebih hapal cerita rakyatnya orang indonesia soalnya.hihi…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s