Berbuat baik kemudian lupakanlah..

Sepertinya lagi tren dijejaring sosial postingan2 kegiatan2 amalan dan ibadah selama bulan Ramadhan. yah.. tentu saja yang posting adalah orang2 yg sedang menjalankan ibadah di Bulan Ramadhan. ada yang nulis seperti ini:
“10 malam terakhir, puasa dan tarawihku blum ada yg bolong”
atau yg seperti ini:
” 5 juz lagi. semangat”
mungkin seperti ini:
“akhirnya selesai jga Khatam Al Qur’an ke 3 kalinya selama Ramadhan ini”
mugkin juga seperti ini:
“abis menyumbang di panti asuhan sekaligus buka puasa dengan para yatim”

*maaf kalo sedikit hiperbolis.intinya kurang lebih seperti itu :P, tak menyinggung siapapun kan??

Hmm..sesuatu yang salah kah? tidak juga.hanya sedikit heran saja. apa sudah bisa disebut tren? orang Indonesia kan suka ikut2an?? ^^.
jujur saja, sebenarnya membaca beberapa status teman2 di jejaring sosial tsb justru membuatku bangga.*bisa2 malah kagum ๐Ÿ˜› dari pada nulis “lagi ngabuburit di Mall” setidaknya kan jadi tahu ternyata masih banyak orang baik didunia ini.. ^__^

mm.. ada juga kok yg membuatku terpacu dan semakin bersemangat. kemudian berkata dlm hati “wow *dengan mata berbinar2, XXX sudah juz sekian.padahal lg stase OBGYIN.. bagaimana dia bisa membagi waktu? lah diriku? lagi libur tapi setengah pun belum. Buku dasar2 kardiologi 2 jilid aja yang tebalnya 4 kali lipat saja bisa kuhabiskan dalam 4 malam.” *merenung..

tapi..
apakah setiap kebaikan yang kita lakukan harus diketahui semua orang????
saya masih ingat dan menyimpan di notepad saya sebuah salam pembuka di halaman depan MP dari salah satu sahabat Contact di MP *yg sepertinya tak ingin disebutkan namanya ๐Ÿ˜€
isinya seperti ini:
“Para orang-orang saleh terdahulu kita terkenal dengan kegemaran mereka menyembunyikan amal-amal baiknya,
tentunya untuk menjaga keikhlasan dan kesucian niat mereka dalam beribadah.
Bahkan dalam menyampaikan kebenaranpun,
mereka lebih menyukai jika kebenaran itu sampai kepada seseorang tanpa harus dinisbatkan kepada dirinya.

bahkan para jagoan-jagoan rekaan dari hollywood yang berasal dari komik-komik produk barat pun identik dengan kostum dan topengnya.
Untuk apa? Agar identitas asli mereka tidak ketahuan! Agar tidak usah orang lain mengetahui jasa-jasa mereka!”

saya sangat sependapat dengan tulisan tersebut. mungkin seperti itu, saya hanya berharap jangan sampai kita menjadi ria’,beramal hanya untuk mendapat pujian dan sanjungan untuk dipandang mulia oleh manusia bukan karena Allah. atau malah “UJUB”, merasa diri kita telah banyak beribadah sehingga terlupa segalanya, adalah nikmat dari Allah. yah sadar atau tidak sadar, bisa saja kan?

walaupun saya percaya, kebaikan yg teman2 perbuat tulus dan ikhlas.tapi yah.. kalau kita melupakan kebaikan2 yg sudah kita perbuat. tak akan mengurangi nilainya di mata Allah kan?

-maaf kalau saya salah-
Iklan

11 thoughts on “Berbuat baik kemudian lupakanlah..

  1. Keren …… salah satu jurnal terbaik d MP yg pernah saya baca. Makasih ya aya udah mengingatkan.

    Jadi pengen nulis status : “halah… teman2ku, pada bikin status yg cerita ttg tilawahny yg udah 2x khatam. aku aja udah 3x, ngak pernah diceritain d FB”. ^_^ (Gubrak, kalo kayak gini apa bedanya !!!) ๐Ÿ™‚

  2. mungkin bagus juga kalo kita berbaik sangka, mungkin si statuser *apa coba* niat pengen nyemangatin diri sendiri dan juga orang lain utk melakukan amalan yg sama.. ^ ^
    atau.. mungkin karna faktor pengen eksis aja.. ๐Ÿ˜€ kan hanya 'status' yg menarik yg akan dapat banyak komen..

    kalo saya dulu suka posting ngitungin bolong puasa.. soalnya suka lupa bolongnya berapa pas mo bayar utang puasa -_-“

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s