http://kesehatan.kompasiana.com/group/medis/2010/08/19/para-calon-dokter-itu-sombong-sekali/ *tak bermaksud menyudutkan siapapun atau instansi apapun. sedikit perenungan untuk hari ini…

Iklan

12 thoughts on “http://kesehatan.kompasiana.com/group/medis/2010/08/19/para-calon-dokter-itu-sombong-sekali/ *tak bermaksud menyudutkan siapapun atau instansi apapun. sedikit perenungan untuk hari ini…

  1. insya Allah bisa diberantas dengan mudah jika dr. dilarang menerima fee pelayanan dan hanya menerima gaji dari tempat bekerjanya saja sesuai UU ..sehingga orang2yg mau jd dokter memang dilandasi niat membantu saja.C#

  2. kalo aq baca artikelnya sih fokusnya bukan pada fee, tapi tutur sapa sopan santun tata kromo.. Gak dipungkiri, ketika masih koas juga, seringkali karena udah terlanjur capek, habis jaga malam dengan waktu tidur yang mungkin ada, tugas case, jurnal dan referaat yang menunggu, apatis jadi bagian yang tanpa disadari..
    Jangan menyamaratakan apa yg dilakukan seseorang atau oknum dengan perilaku semua orang. Yah, jadi pelajaran aja buat kita semua, dokter emang dituntut menjadi sempurna, meski selamanya gak bisa sempurna.

    Kalo mau diupdate perilaku tiap profesi, yakin aja pasti ada cela semuanya, agak miris juga ketika dokter selalu jadi sasaran empuk..

    Kalo masalah pengabdian, bukan 1 2 orang yang rela bertahan di papua, meski gaji turun 6 bulan sekali..

    Semoga Allah selalu menjaga hati ini..

  3. kalo aq baca artikelnya sih fokusnya bukan pada fee, tapi tutur sapa sopan santun tata kromo.. Gak dipungkiri, ketika masih koas juga, seringkali karena udah terlanjur capek, habis jaga malam dengan waktu tidur yang mungkin ada, tugas case, jurnal dan referaat yang menunggu, apatis jadi bagian yang tanpa disadari..
    Jangan menyamaratakan apa yg dilakukan seseorang atau oknum dengan perilaku semua orang. Yah, jadi pelajaran aja buat kita semua, dokter emang dituntut menjadi sempurna, meski selamanya gak bisa sempurna.

    Kalo mau diupdate perilaku tiap profesi, yakin aja pasti ada cela semuanya, agak miris juga ketika dokter selalu jadi sasaran empuk..

    Kalo masalah pengabdian, bukan 1 2 orang yang rela bertahan di papua, meski gaji turun 6 bulan sekali..

    Semoga Allah selalu menjaga hati ini..

  4. artinya bukan pada tata krama saja…filterasi sejak awal memang?knapa mau jadi dokter?sebab akibat pun menjawabnya…dan tidak sedikit yang niatnya sudah bias dalam memutuskan karir dalam profesi tsb…dan tes masuk ke studi profesi tidak memfilter niat tapi lebih pada akademis…padahal mayoritas masa depannya kira kira untuk sosial, entah akuntan, dokter, pengacara,apoteker,dsb. Masyarakat awam pun tau knp kebias an itu terjadi…karena mereka menonton sendiri jadi mereka menyimpulkan sendiri….coba klo masyarakat papua yg terbantu dokter2disana menulis dalam rubrik tersebut…tentu akan beda..tanggung jawab profesi dan moral itu yang harus dijunjung…karena mau tidak mau..pekerja profesi jadi panutan masyarakat…terutama orang awam.C#

  5. hihi.. iya mbak…

    pengalaman apa mbak.. di share juga ga papa.. buat jadi bahan pembelajaran.. kalau2 ada perbuatan yg buat kami sesuatu yg biasa saja tapi ternyata mgkn menyebalkan bagi orang lain..^^ mohon dimaafkan..kami kan lagi belajar juga ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s