[Koas Kulit] Catatan Akhir Stase Kulit dan Kelamin- di RS KUSTA

Alhamdulillah  Stase kulit dan kelamin usai sudah. stase yang…..penuh kejutan sepertinya ^^.  Stase ini memang punya “cerita” sendiri.Andai di Coas tak ada istilah naik tingkat, mungkin stase kulit akan kutempatkan paling terakhir sebelum jadi dokter saja. hihi. Penuh dengan cerita aneh dalam berbagai versi.Ketakutan untuk masuk stase ini pun semakin kuat. Bagaimana tidak, kalau yang kudengar Stase di Kulit itu harus modis, fashionable, pakaiannya harus matching dari atas sampai bawah. harus pakai High Hills, NO Jerawat. pakaian harus rapi. baju koas tak boleh ada sedikitpun kerutan dan versi-versi lainnya.soalnya ada supervisor yang sangat menakutkan. yang akan mengamati setiap penampilan dan sikap kita.  dan…ya… begitulah dan kenyataannya??? tidak juga kok semuanya seperti yg sy sebut. tapi ada juga kok yang memang seperti itu.hehe..*sttt..

Diblog ini sepertinya tak perlu menceritakan kulit dari sisi fasionable dan kematchingannya. Karena ada sisi lain yang lebih menarik  menurutku.^^. yah.. apa lagi kalau bukan hari-hari pertama Koas Kulit di Rumah sakit kusta. Yah, akhirnya bisa sedikit lebih dekat lagi dengan penderita Kusta.Sedikit flashback dulu yah kegiatan kami di Rumah Sakit Kusta bersama K Waris (Chief), lely, tania, ika, inggi, handa, andy, abonk, louis, k cilo, k rahma, dan eni.


Sahabat di Stase kulit-Kelamin. Mukanya Cling-cling semua kan?  😀

Hari pertama di PLKN (Pusat Pelatihan Kusta Nasional), terletak di Banta-Bantaeng. di tempat ini kami mendapat materi tentang Kusta. Mulai dari apa itu Kusta. Epidemiologinya, Penyebabnya, Program pengendalian Penyakit Kusta, Diagnosis Kusta, Pemriksaanya, Pengobatan dan pencegahan cacat dan perawatan diri. Sama seperti pelatihan-pelatihan yang biasa kami lewati. Disini pematerinya adalah orang-orang yang sangat berpengelaman. Ada Coffe break dan makan siangnya segala. Oh iya, ada simulasi pemeriksaan kustanya juga dengan pasien Kusta beneran.Materi ini yang akan menjadi bekal buat kami sebelum terjun ke rumah Sakit Kusta besoknya.

-Hari Pertama-
Rumah Sakit Kusta Tadjuddin Chalik



Awalnya mengira Rumah sakit ini kotor, terisolasi, jauh dari pemukiman warga, dan Kumuh. Tapi begitu sampai ternyata benar-benar jauh dari bayangan saya. Rumah sakit ini cukup luas, asri, banyak pohon-pohonnya dan bersih.RS Kusta Dr Tajuddin chalik ini merupakan satu dari tiga Rumah sakit Kusta Di Indonesia yang mengcover wilayah indonesia Timur (Sulawesi-Maluku-Papua). Di Palembang ada RS Rivai Abdullah, dan Di Tangerang ada RS dr. Sitanala. Rumah sakit ini menerima rujukan dari daerah-daerah yang mencakup wilayahnya. lebih mengonsentrasikan aktivitas rehabilitasi kusta. Jadi pasien-pasien kusta ditangani terlebih dahulu di rumah sakit daerah dan baru dirujuk ke RS ini jika  perlu penanganan lebih lanjut atau melakukan bedah rekonstruksi.
Hari pertama di sambut oleh direktur rumah sakit ini. dr. Rasyidin. Diberi gambaran umum mengenai rumah sakit ini. Dan jenis-jenis pelayanan di rumah sakit ini. Jenis-jenis pelayanannya yaitu:
Pelayanan unggulan:
-Prothesa
-Fisioterapi
Unit latihan kerja
-Okupasi Terapi
-Bedah kusta

Jenis Pelayanan secara umum
Pelayanan rawat jalan
– Poliklinik Kusta
– Poliklinik umum
– Poliklinik gigi/mulit (kusta dan umum)
– Poliklinik mata (Kusta dan umum)
– Poliklinik Luka kusta
Pelayanan penunjang medik
– Farmasi (kusta dan umum)
-Laboratorium (Kusta dan umum)
-Gizi (kusta dan umum)
-Fisioterapi (kusta dan umum)
-Okupasi terapi kusta
-Radiologi (kusta dan umum)
-Prothesa (kusta dan umum)
-Terapi kerja Kusta
-Post Operasi
-sosial medik
-Instalasi Sarana dan Prasarana
Pelayanan Bedah/Operasi
-Bedah (kusta dan umum)
-Kegiatan operasi besar, sedang, kecil dan anastesi
Unit Rawat darurat
Unit rawat Luka
Pelayanan administrasi
Pelayanan Pendidikan, pelatihan, dan penelitian
Pelayanan rujukan.
Hari pertama.kami juga di ajar cara memeriksa pasien Kusta. Mulai dari Anamnesis, pemfis dan terapinya. Prosedur merujuk pasien kusta ke RS KUSTA ini. bahkan pengisian FORM pasien Kusta. yah. semoga bisa jadi  bekal yang sangat berharga ketika didaerah kelak..

-Hari Kedua-
balut luka



Kegiatan balut luka dan perawatan diri. Di tempat ini, pasien diajarkan untuk merawat diri sendiri. membersihkan luka masing-masing. yah.. diajar menjadi sosok mandiri dan tidak menyerah dengan penyakit yang diderita. AMAZING! disini juga kami diajar jenis2 luka dan cari membersihkan dan merawatnya sebagai seorang dokter.

UPF PROSTHETIK DAN ORTHETIK

Prosthetik adalah suatu alat ganti tubuh yang diciptakan berupa kaki palsu dan tangan palsu untuk menggantikan anggota tubuh yang hilang atau sengaja dihilangkan karena adanya kelainan medis (amputasi). Sehingga anggota tubuh tadi dapat membantu dalam aktifitas sehari-hari. Orthetik adalah suatu alat bantu dari pada tubuh yang berupa sepatu sandal khusus biomekanik, cruk/tongkat, korset, collar sehingga dapat membantu penderita melakukan aktifitas sehari-hari. Di Bagian ini, kami diajak untuk berjalan2 keunit pembuatan kaki dan tangan palsu. serta pembuatan alat bantu lainnya untuk menunjang aktifitas.di ajar cara pembuatannya. ternyata sangat sulit sekali. oh iya, saya sempat tanya harga sebuah kaki palsu untuk pasien kusta ini. wow, harganya bisa mencapai puluhan juta. Pikirku, pasien kusta kan biasanya ekonomi ke bawah. apa mampu membeli kaki palsu tersebut. hmm.. ternyata mereka dapat dana dari BELANDA, Netherland
Leprosy Relieve.

FISIOTERAPI KUSTA


penuh kesabaran. itu saja yang bisa kuceritakan ketika berada di bagian ini. beda dengan fisioterapi biasanya ^^


BEDAH REKONSTRUKSI KUSTA

tak ada gambar proses pembedahannya. sebaiknya memang tak ditampilkan. nanti muntah2. diamputasi, EE4T, OPPONES PLASTY, OPPONES REPLACEMENT, SUBLIMIS TRANSFER, TEMPORALIS MUSCLE TRANSFER, TIBIALIS POSTERIOR TRANSFER. dan masih banyak oprerasi2 lainnya. Cuman beberapa sebenarnya sempat di nonton.hehe.. dan yang menakjubkan dibagian ini adalah.. ternyata yang melakukan pembedahan bukan dokter bedah. tapi seorang dokter umum senior yang sudah lama bergelut dibidang pembedahan pasien kusta. katanya.. tak ada dokter bedah yang ingin membedah pasien kusta. Dokter yang membedah namanya dr. Ilyas. Sangat ramah sekali. dokter yang hebat menurutku. menghabiskan masa hidupnya hanya membedah pasien kusta. skillnya benar2 tak ada bedanya dengan dokter bedah. malah banyak dokter2 bedah yang datang belajar dirumah sakit kusta ini..yah..walaupun belum ada yang berminat menjadi dokter bedah tetap di Rumah sakit tersebut. ^^
                                                                                                                                      
Oh iya, tahukah kalau indonesia ternyata peringkat ketiga terbanyak pasien kustanya di Dunia? dan Indonesia bagian timur penjadi produsen terbanyak penghasil penderita kusta termasuk Sulawesi.Memilukan. jadi jangan heran kalau berkunjung di makassar banyak pengemis tanpa tangan dan kaki. sangat banyak. hampir diruas-ruas jalan besar. tak usah di hindari atau takut. Penyakit kusta memang menular. tapi penularannya sangat sulit. Walaupun penyebarannya berasal dari Mycobacterium Leprae, se-Family-an dengan Mycobacterium Tuberculosis (penyebab TBC) tapi masa inkubasinya sangat lama. 2-5 tahun. ada juga referensi yg menyebutkan sampai 40 tahun. Penularannya terjadi dengan cara kontak yang lama dengan penderita. terutama melalui saluran napas bagian atas.  Tetapi penderita yang sudah mendapat pengobatan seusai WHO tidak menjadi sumber penularan kepada orang lain.*kebanyakan yg jadi pengemis itu pasien rekasi. artinya sudah mendapat pengobatan sebelumnya. kalo tidak, pasti seharusnya lagi dirawat inap di RS KUsta. Percayalah.^^ Dan sebagian besar (95%) manusia kebal terhadap kusta, hanya sebagian kecil yg dapat ditulari (5%). itu pun dari 5% yang tertular tersebut sekitar 70% dapat sembuh sendiri dan hanya 30% yang menjadi sakit. yah..itu karena kita memiliki kekebalan humoral dan seluler.  Jadi, kenapa harus merasa jijik kepada mereka. Yakinlah, kita adalah manusaia-manusia yang tergolong 95% itu ^^

Oh iya, banyak pasien kusta yang akhirnya memilih menjadi seorang pengemis karena nasibnya. mungkin ada yg berfikir, pengemis itu orang yang malas. kerjanya cuman minta-minta. kenapa tak kerja saja? Coba pikir sekali lagi. dengan keadaan yg cacat, tanpa kaki dan tangan misalnya.  tubuh dipenuhi kutil dan bintik-bintik. apa mereka bisa bekerja? belum lagi, apa ada yg mau memperkerjakan pasien kusta? apa ada yg mau menyentuh tangan pasien kusta dan benda2 yg sudah bersentuhan dengannya? Stigma seperti itulah yg akhirnya membuat mereka memutuskan jadi seorang pengemis. dan sepertinya memang benar, jika ingin memberantas kemiskinan dan pengemis di indonesia terutama dimakassar sepertinya penyakit kusta harus diberantas dulu?
                                                                                                                                      

*tulisannya berantakan sekali. arahnya tidak jelas. nulis yang terlintas saja.hehe… sudah ngantuk ^^

my pinky room
ketika mengingat hari-hari pertama stase kulit dan kelamin
Iklan

2 thoughts on “[Koas Kulit] Catatan Akhir Stase Kulit dan Kelamin- di RS KUSTA

  1. hehehe.. makasih dok dah menyempatkan koment di postingan ini.. pasti sibuk sekali di negeri orang..^^

    iya.. fotonya memang sedikit mengecewakan.terima kasih kritikannya. nanti akan berusaha buat foto2 yg lebih informatif dan berkualitas 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s