biarkan saya bermimpi. 1 kali saja..

bismillahirrahmanirrahim..

Tak terasa sampai juga di penghujung tingkat I dunia perKOASan.. yah.. sisa 1 stase lagi sebelum menutup tingkat I ini, mengumpulkan nilai-nilai yang tertinggal di bagian dan melanjutkan setengah perjalanan lagi. “half-step closer to be a doctor”. Yah.. perjalanan ini tidak panjang juga sebenarnya. tak sampai 2 tahun saja. harusnya bisa melewati 2 tahun ini dengan biasa saja. 2 tahun tidak ada artinya dibanding 15 tahun menjalani pendidikan formal kan? tapi bagiku terlalu amat berliku. seperti labirin. berlorong-lorong. terlalu banyak pilihan jalan. mau jalan pintas. mau sesuai peta yang ku pegang. dan ternyata, ketika telah sampai pada jalan buntu.. rasanya ingin mundur saja. tak ada pilihan bukan? yah.. rasa jenuh sering merasuki tubuhku hingga ke ubun-ubun. jenuh dengan segala rutinitasnya. bangun pagi-pagi buta. follow up. visite. bikin referat. presentasi. morning report….Argh…rasanya memang menjenuhkan. tapi harus kunikmati sebisanya ^^. ya…setidaknya tak terlalu menjenuhkan seperti di dunia perkuliahan dulu. Datang-Duduk-Dengar Kuliah-PBL-CSL-Praktikum-Ujian CSL-Ujian Praktikum-Ujian Teori
untung saja di pre klinik kemarin masih ada yang namanya “ORGANISASI” pelepas segala kejenuhan itu. hidup tak jadi semonoton yang kubayangkan…. 😀

Kalau dipikir-pikir memang tak ada pilihan selain melanjutkan perjalanan panjang ini. Kalau di permainan game. mungkin baru mau masuk level 6. masih ada 8 level lagi. not Bad kedengarnya. Tapi rasanya kuingin beristirahat sejenak dulu. terlalu lelah. apalagi baru selesai 2 bagian besar berturut-turut tanpa jeda. ANAK+INTERNA. haha.. sepertinya saya memang salah strategi. harusnya antara anak dan interna kuberi jeda 1 bagian kecil dulu. Tidak apa-apa, toh terlewati juga kan? ^^

Di tiap stase,dengan teman yang berbeda-beda  rasanya selalu saja muncul 1 pertanyaan padaku dan teman-teman yang lain. “May, bis Coas mau lanjut kemana? mau ambil residen yah? residen apa?” dengan muka bego pasti selalu kujawab, masih lama kok.. mending mikirin stase ini aja dulu. bisa keluar hidup-hidup ngak?”.. Ya, walaupun dalam hati, pertanyaan itu juga selalu ingin ku tanyakan pada diriku… rasanya terlalu sulit untuk memikirkannya. terlalu banyak faktor penyulit dan faktor pendukung yang akan menjadi pertimbangan untuk menjawabnya. yah.. sepertinya diriku tak punya keberanian untuk sekedar memikirkannya. tapi apa salahnya untuk memikirkannya. akhirnya kuberanikan diri untuk memikirkannya.. terlepas dari semua faktor-faktor penyulit maupun pendukung mimpiku nanti. terlepas dari diriku dengan segala idealismenya. terlepas dari diriku, seorang anak dokter spesialis bedah dan saraf. terlepas dari siapa nanti yang akan menjadi suamiku. apa yang ia harapkan dari diriku. terlepas dari itu semua. yah.. biarkan aku bermimpi 1 kali saja..
“Namaku Maya. Anak FK Unhas angkatan 2006 yang sekarang lagi menjalani jenjang Klinik dengan status Coas. dan 18 bulan lagi Insya Allah akan diwisuda Dokter. dan saat itu, namaku tak akan pernah terpisah dari dua huruf “d” dan “r”.
 Saya punya mimpi. mungkin sederhana saja. saya tak pernah punya mimpi untuk mendapatkan title lebih dari dua huruf itu. dua huruf “d” dan “r” sudah cukup bagiku. terlalu banyak tetesan air mata dan keringat untuk mendapatkan 2 huruf itu. terlalu banyak mimpi yang harus kukorbankan untuk mendapatkan 2 huruf itu.Oh iya,  Kau cukup mengenalku sebagai seorang maya saja. bukan anak ini, keponakanan itu, atau cucunya siapa. cukup maya saja. dan saya punya mimpi. ingin mengabdikan seluruh hidup saya di sebuah desa yang sangaaaat jauh.di sebuah pulau kecil yang tak terlihat dipeta atau di bawah kaki gunung yang tinggiiii sekali juga tak masalah. maya ingin menjadi dokter di desa itu dan kalau bisa ingin menjadi guru sukarelawan. setidaknya bisa turut memberantas buta aksara.1 tanggung jawab untuk negara sudah lepas. jadi kelak kalau ditanya apa yang sudah keberikan untuk negara bisa kujawab dengan mudah kan? ^^ hmm…jadi guru SD kelas 1 juga tak masalah. setidaknya saya bisa mengajar menghitung dan menulis. di desa itu akan ku upload semua mimpi-mimpiku. membangun sebuah klinik kecil. memiliki perkebunan mawar. memiliki pantai dibelakang rumah atau pemandangan yang menghadap ke laut. tiap pagi mengejar sunrise. lalu membersihkan rumah. abis itu pergi mengajar. paling 2-3 jam saja. dan setelah itu membuka praktek. yah.. itu saja. sederhana.
hmm.. sayangnya manusia lahir bukan dari batu, yang tak bisa egois dan memikirkan diri sendiri. mana mungkin seorang maya seegois itu. meninggalkan orang-orang yang menyayangi maya hanya mengejar mimpi untuk diri sendiri. maya lahir dengan banyak tanggung jawab. dan saya harus memenuhi semua tanggung jawab itu. tanggung jawab sebagai anak kedua. tanggung jawab sebagai anak pemilik klinik 24 jam di kota kelahiranku. tanggung jawab sebagai perempuan. dan tanggung jawab sebagai istri kelak yang harus ikut dengan suami.. hahaha…..

just covered my dream by this picture..^^


untitled

17 Juni 2010 11:38
di tepi penantian menunggu orang yang sangat menyebalkan
belum datang2 juga
ya sudah,bikin postingan ini saja ^^

“i’m waiting”
Iklan

5 thoughts on “biarkan saya bermimpi. 1 kali saja..

  1. Masa2 jenuh itu uda pernah aku alami may..yup!tepat di pertengahan koas sama kyk maya..nanti perlahan maya pasti kembali semangat,percaya deh^^
    mimpi2 maya begitu mulia,,seandainya aku bisa membantu mewujudkan mimpi2 itu^^

  2. keep spirit kak may! Mimpi kita sama, mungkin hanya beda di klinikx saja. Tp bhw qt tak boleh egois bhkn dalam menentukan mimpi sekalipun,adalah sbuah poin penting yg bg saya cukup menjadi gambaran dokter seperti apa kak maya kelak.. *sok tau abis* tapi ini jujur lho! Tulisan ini keren!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s