[Koas Radio] Hitam Putih Dunia Radiologi

HitamputiH
Bismillahirahmanirrahim..
Sudah lebih seminggu saya hidup di dunia yang kusebut sebagai “DUNIA HITAM PUTIH INI”. Baguslah saya menyebut itu. Teman-teman yang lain malah ada yang menyebutnya “DUNIA UKA-UKA”, dunia “PENAMPAKAN”, yang intinya adalah DUNIA YANG ANEH SEKALI. Walaupun harus diakui sih, saya sempat JATUH CINTA sama dunia yang aneh ini ketika di Pre Klinik. Dunia yang berbeda. benar-benar beda. mungkin karena jarang dipelajari yah, jadi terasa begitu istimewa ketika bagian radiologi masuk mengajar ke suatu sistem mata kuliah.entahlah…..

Tapi setelah seminggu hidup di dunia ini, saya mulai banyak berfikir aneh. Saya merasa dunia ini memang aneh. benar-benar seperti tak berada di duniaku sendiri.Tak heran kalo banyak orang yang menjadikan bagian ini hanya sebagai “Tempat Peristirahatan”. sebagai tempat persinggahan atau transit sebelum masuk bagian besar lagi. biasanya sih.. rata-rata koas dari interna mau ke anak, ambil radiologi atau sebaliknya. benar-benar tak adil bukan menganaktirikan bagian ini…

Dunia ini memang menyenangkan. Setidaknya untuk para koas yang mulai lelah dengan segala rutinitas yang menguras keringat. Kehidupanku kembali seperti normal dan berpola lagi. Sebelum ke kampus, masih bisa menyempatkan untuk sarapan atau kalau ngak sempat, masih bisa makan roti dikantin setelah absen pagi. Batas kedatangan yang masih bisa ditolerir itu sampai jam 8.00. benar-benar jauh berbeda dengan neuro yang hanya mentolerir sampai jam 7.00. Setelah itu, masih sempat sarapan jam 10 lagi dikantin. Setelah bimbingan atau nongkrong di ruang baca foto atau ruang pengambilan foto, pasti akan makan siang entah itu sudah masuk jam makan siang atau tidak. Seperti kembali ke kehidupan waktu Kuliah saja. benar-benar kontras kondisi ketika sebelum masuk dunia ini, ketika makan siang menjadi satu hal yang sangat istimewa. Kalau di neuro lebih sering menggunakan istilah makan sore.baik kalo makan, kalo makan siangnya dirangkap dengan makan malam atau besoknya? hehehe. setelah dinas neuro jam 16.00 baru bisa sedikit bernafas, tapi kalo sambung jaga siang……huff..tunggu semua pasien tenang dan tak ada keluhan lagi baru bisa sedikit beraktifitas normal ^^
yah, makan, shalat, tidur, belajar, online,refreshing semuanya bisa diatur ketika koas di radiologi.

Tapi saya merasakan sesuatu yang beda. Saya mulai merasa jenuh. tiap hari melihat foto hitam-putih. awalnya memang sangat mengasyikkan. seperti membaca sebuah peta harta karun saja. dan ketika mulai mendapatkan kelainan kemudian menginterpretasikannya dalam sebuah kata-kata kemudian mencari diagnosis yang mungkin dan ketika residen bilang “yah, sudah benar”. Rasanya seperti mendapat harta karun saja. tapi kalau tiap hari berhadapan dengan foto hitam putih terus, apa itu tak menjenuhkan? Saya saja yang sudah seminggu hidup didunia hitam putih ini dengan puluhan foto benar-benar jenuh apalagi residen atau konsulen yang mungkin sudah melihat ratusan bahkan ribuan foto hitam-putih dalam hidupnya. Jujur, saya tak bisa membayangkan bagaimana jika menjadi seorang dokter spesialis Radiologi. Hidup benar-benar monton. (maafkan saya!). Jika kau melihat kesibukan para residen radiologi, kau akan tersenyum keheranan. Suasana di ruang baca foto yang berukuran 6×8 meter menjadi sebuah cermin bagaimana kehidupan dokter radiologi. Diruang itu, ada belasan komputer berlayar datar berjajar dengan beberapa printer. tepat didepan komputer pasti ada 1 atau 2 light box. sebuah tempat untuk membaca foto. diruang itu juga terdapat 1 soundsystem yang akan selalu memutar lagu-lagu pop kesukaan para residen. suasanannya benar-benar seperti dikantor. maaf, saya tak sempat memotret suasana diruang itu. dan kesibukan para residen pun dimulai sejak pagi-pagi sekali. saya tak pernah tau jam berapa kehidupan diruang itu dimulai. saya pernah datang jam 7 pagi, dan suasana diruang itu sudah ramai. yah, ruangan itu boleh dibilang cukup ramai. para residen dari junior sampai senior nyaris semuanya berada ditempat itu. belum lagi para koas disampingnya berdiri, melihat cara para residen mendeskripsikan sebuah foto. Kadang juga, saya melihat ada beberapa residen yang main game, online ini itu. atau tertidur di meja kerjanya. hmm.. bisa dimaklumi.

Memang kehidupan di radiologi menyenangkan. terutama bagi maniak online. wow, komputer online didepan mata euy. tiap hari lagi! tak ada bangsal berbau tengik. ruangannya berAC, dan berMUSIK. kayak cafe bukan? tak ada keliling-keliling bangsal dan UGD yang membuat kaki pegal. Disini bisa duduk seharian dengan kursi empuk.tak ada pasien dengan penyakit-penyakit Kronik yang memungkinkan kita terpapar penyakit. NO KP. NO HIV/AIDS. NO HEPATITIS. NO penyakit infeksi lainnya pastinya.paling mugkin hanya terkena paparan radiasi. tapi kayaknya kemungkinan itu sangat kecil. yang ambil foto kan bukan dokter, tapi petugas bagian radiologi. Residen atau dokter sisa nunggu hasil saja untuk dibaca.

tapi (lagi-lagi), saya merasakan ada sesuatu yang hilang.benar-benar MISS! tak ada lagi senyum dan ucapan terima kasih dari para pasien dibangsal atau poli. Sesuatu yang amat saya rindukan. Saya benar-benar merasakan itu ketika dineuro. Bagiamana bahagianya saya dan mungkin teman-teman yang lain, ketika habis followup atau periksa pasien dan tulis obat di KIO pasien, keluarga atau pasiennya kalo lagi sadar mengucapkan “terima kasih banyak dokter”. Huff.. mendengar dipanggil dokter benar-benar mengharukan yah!.(Waktu di jiwa kemaren, memang dipanggil dokter sih, tapi kok feel nya ngak dapat yah? hahaha. mungkin karena pasiennya yang ngak bisa membedakan dokter dan dokter muda yah. bahkan perawat juga dipanggil dokter. intinya kalo pake baju putih dirumah sakit pasti dokter yah? hehe). Ditambah lagi, ketika waktu stase di Stroke center ada keluarga pasien yang memberi kami buah hasil kebunnya. huah…..terharunya. kita kira ini untuk dokter residen pas ditanya memang untuk kita koas2 ini. katanya karena kami koas2 inilah yang selalu memperhatikan semuamuanya. mulai dari infusnya yg bermasalah atau habis, obatnya yg dah habis atau tidak. ya…..begitulah. saya sangat merindukan itu semua. Saya benar-benar merasakan feel sebagai seorang dokter. dan jelas, saya tak menemukannya ketika di radiologi. Maafkan saya! bukannya saya tak suka radiologi. Anggap saja ini adalah isi pikiran saya selama dibagian itu. Mungkin saya belum dapat feelnya.mungkin di minggu 3, ketika masuk divisi RADIOTERAPI. entahlah…..

saya akan berusaha mencintai bagian ini.pasti.masih ada setengah jalan lagi untuk menghapus pemikiran-pemikiran bodohku yang sudah kutulis itu.

ditulis ditengah rasa jenuh mengerjakan referat radiologi…
when referat make me crazy!!!!!!!!!
14/12/2009

when referat make me CRAZY!

Iklan

One thought on “[Koas Radio] Hitam Putih Dunia Radiologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s