Bilik Kecil

bilik kecil


Bilik kecil ini menimbulkan keposesifan. Padahal tidak ada materi yang bisa dibanggakan dari ruang geometri tak jelas ini. Sebuah komputer tua yang sering hang, dua buah lemari buku hasil jarahan dan sebuah TV hasil klaim, hanya itu barang-barang yang bisa dijual dari bilik kecil ini. Tidak ada lagi yang lain. Tidak mungkin menjual AC rusak yang sudah menggantung dan mengotori bilik kecil pengap ini selama dua tahun terakhir. Walaupun ada rencana menjual, selalu saja urung dieksekusi karena baru membicarakannya saja, para penghuni bilik sudah merasa sakit mengingat semua kejahatan, kebasahan, kelembaban dan keapekan yang telah diperbuat AC tua itu. Kata salah satu penghuni,”biarkan saja dia di situ. Prestise. Untuk ukuran keindonesiaan, AC adalah barang mewah. Mungkin saja dia bisa membawa aura kemewahan di mata para tamu Indonesia”. Sebuah alasan mati untuk menyembunyikan rasa muak.

Tapi memang mengherankan. Bilik kecil ini bisa menimbulkan daya magis yang lebih kuat menarik dan mengikat terhadap penghuninya dibanding kawat gigi terhadap gigi. Padahal tidak ada upah yang didapat para penghuninya dari menjagai bilik tak berbentuk ini selain rasa pengap karena keringat dan panas tubuh. “Ini perkara di luar logika”, begitu jawab salah satu penghuni ketika ditanyai soal alasannya bertahan di bilik kecil.

Banyak hal di dunia ini yang berjalan di luar logika, terutama jika itu berkaitan dengan keposesifan. Tapi apa para penghuni bilik kecil itu tahu hal ini? Mereka tahu dan sangat menyadarinya, bahwa saat ini mereka sudah berjalan menjauhi realitas. Tapi mereka sudah tidak bisa lagi mundur. Ada sesuatu yang harus mereka tuntaskan namun tidak mungkin diputuskan tentang mereka terhadap bilik kecil ini. Kata orang-orang di zaman, batu masih jadi barang berharga, para penghuni bilik kecil itu tengah dimabuk cinta. Cinta pada bilik tak jelas.

Pasti ada sesuatu pada bilik itu yang membuat penghuninya jatuh cinta. Penulis bilang, itu kenangan. Nostalgia dengan masa lalu.

Nostalgia yang merekatkan generasi-generasi berbeda menjadi sebuah keutuhan di bilik kecil ini.

Penulis: Skydrugz (http://skydrugz.blogspot.com/2009/09/bilik-kecil.html)
—————————————————————————————–
Cukup kaget membaca postingan tentang “bilik kecil” kami ini. Sebuah postingan yang cukup blak-blakan dan apa adanya. Cukup mengagetkan juga karena penulisnya tak lain ada pimpinan redaksi sinovia periode ini.. salah satu penguasa bilik kecil ini juga..

Yah.. bilik kecil ini memang benar menimbulkan keposesifan. Gara-gara ingin mempertahankan bilik kecil ini juga saya sampai berkali-kali membuat perjanjian dengan senior-senior. Ya, ibaratnya, junior yang ingin menantang senior lah.. benar-benar bikin orang  jadi posesif saja..

Bilik kecil ini memang memiliki daya magis. ketika saya pertama kali memasuki ruangan ini.. ingin mengembalikan formulir itu ke ruangan ini, di formulir itu tertulis “formulir dapat dikembalikan di bilik kecil sinovia”.. jadilah saya dan sahabatku, laily.. mengendap-endap masuk diruangan ini..
Sepi.. itu kesan pertama yang saya rasakan ketika pertama menginjak ruangan itu. Sangat kontras dengan kondisi saat ini..

bilik kecil itu benar-benar menjadikan semangat bagiku untuk bisa jadi anggota sinovia.. dipikiranku mulai dipenuhi dengan mimpi-mimpi..
“andai saya bisa jadi anggota Sinovia, pasti ruangan ini akan menjadi milik saya juga. saya menemukan ruang peristirahatan ketika mulai penat dengan kondisi ruang kelas. ada komputer. sepertinya saya bisa internetan gratis di ruang itu. tak perlu lelah naik ke ruang CALL lagi di lantai 3. Ada koran baru. sepertinya kakak2 Sinovia berlangganan koran. wah, saya tak perlu beli koran lagi untuk mendapatkan info ter update. dan yang pasti ruangan ini berAC. membuatku takkan  kepanasan selama berada diruangan ini”

Di bilik kecil ini,penuh nostlagia dan kenangan.. saya  berkenalan dengan berbagai sosok.. mulai dari angaktan  93 sampai sekarang… nyaris semuanya orang-orang hebat. pembawa materi ketika  zaman pengkaderanku dulu..

Di bilik kecil ini, saya  merasakan kehangatan sebuah keluarga.. kakak-kakak yang teramat care pada kami. yang akan siap sedia membantu kami dalam segala hal. entah itu akademik atau maalah keorganisasian lainnya. kakak-kakak yang siap menenter kami  ketika akan ujian. yang akan meminjamkan kami diktat2 ketika akan memasuki blok baru. kakak-kakak yang akan dengan senang hati mengizinkan kami memakai print untuk tugas-tugas kami.

yah.. sangat wajar jika bilik kecil ini menimbulkan keposesifan..
membuat siapa saja ingin memilikinya….

teruntuk arif dan sky…
saya benar-benar minta maaf tak bisa mempertahankan bilik kecil ini..tak mampu menghadiahkan bilik kecil ini dalam kondisi yang indah.benar-benar payah, hanya bisa mewariskan bilik kecil dengan kondisi seperti saat ini.. bilik kecil yang panas, penuh dengan asap rokok, berantakan, hancur.tak terawat..

maaf tak bisa menciptakan kalian kenangan indah dengan bilik kecil ini.. 😦

Iklan

55 thoughts on “Bilik Kecil

  1. weks.. suka banget?? hehehe.. ngak suka2 banget kok.
    cuman terkena efek nya waktu masih SMA gara2 papa dan arif suka banget begadang nonton bola.. aku jadi ikut2an juga ^^

    suka maen game bola juga waktu SMP sampe SMA.hehehe… temani arif maen.. ^^
    itulah gunanya anak tengah.selalu netral dalam kondisi apapun ^^.. selalu berusaha jadi kakak dan adik yang baik. minta ditemani maen boneka2 ma kakakku yang cewek bisa.. minta ditemani maen bola ma arif juga bisa… hehehe.. (itu waktu masih umur 9 tahun yah.. ^^ sekarang ngak mgkin maen bola lagi lah..:D )

    messi dan ibra??? hehehe.. saya ngak terlalu suka.. kayaknya messi dan ibra tuh pemain andalannya sky deh. saya dulu sukanya klub AS ROMA.. kalo pemain FRANCISCO TOTTI.. sang pangeran roma itu.. hehehe..
    yang bikin mupeng pengen ke ITALY.. trutama ke Stadion Olimpico nya.. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s